Kamis, 17 Maret 2011

saat matahari rasanya sudah terlalu terik menyerka, ingin segera hari berlalu dan berganti dengan terang bulan dan gemerlap bintang
hari dimana mata terpejam, hati beristirahat, raga lunglai, dan jiwa melayang layang kedalam alam dambaan
indah jika selamanya seperti itu
tapi senja menghentikannya, menyadarkan dan mengingatkan kita akan pergantian bintang
Tuhann..malas menerjang bagai gelombang ombak yang besar, setiap pagi, setiap kuingat tuntutan itu memaksaku untuk menjadi seperti badut
tak ayal rasanya ingin ku tutupi raga ini kembali dengan kain hangat itu,diatas tumpukan kapuk yang lembut dan kembali tak sadarkan diri
tapi satu barang bernama uang mengejarku dalam mimpi, memaksaku untuk menjadi seperti badut kembali, mengingatkan ku bahwa uang adalah hidup

Selasa, 01 Maret 2011

ibu

ibu
kamu adalah bidadari tercantik dalam hidupku
kamu adalah bulan purnama yang bulat dan indah
yang selalu menyinari jalanku disaat gelap
ibu
setiap hariku adalah harimu
setiap detikku adalah waktumu
aku tak berdaya apa apa tanpamu
ibu
setiap hari kau mengingatkanku akan terbitnya matahari
setiap hari kau menyiapkan kebutuhanku untuk mencapai masa depan
caramu adalah jalan terbaik mengajariku segala hal
tak bisa rasanya jika tanpamu
ibu
begitu banyak dosa dan sumpah serapah yang aku ucapkan dikala aku khilaf
tapi mengapa tak kau balas disaat kau kecewa padaku?
ibu
mengapa kau menangis disaat sedih dan bahagia ku?
mengapa kau memeluk erat disaat aku tengah terlelap dimalam hari?
sebesar itu kan cintamu padaku?
ibu
tak banyak yang bisa kuberikan padamu
hanya doa dan sedikit kabanggan kecil
tapi sungguh ini tulus kupersembahkan padamu




*Jarang jarang gue bikin puisi. Ini gw bikin buat mama yang lagi nungguin gue pulang kantor dikosan. Never stop loving u mah..